TKI Korea Jadi Youtuber, Sebulan Kirim 30 Juta Untuk Keluarga?

Bekerja menjadi TKI di negeri orang kerap kali dipandang sebelah mata, meski demikian masih banyak orang yang melakukannya karena tuntutan ekonomi. Selain itu biasanya para TKI ini tergiur dengan bekerja di luar negeri dan gaji yang tinggi.

Lalu bagaimana dengan seorang TKI yang bekerja di Korea dan juga merupakan seorang Youtuber?

Sugeng Triyono, seorang TKI di Korea Selatan yang berusia 29 tahun asal Tegal, Jawa Tengah. Bukan hanya merupakan seorang TKI, namun ia juga merupakan seorang Youtuber, loh. Ia mulai bekerja menjadi seorang TKI sudah sejak tahun 2013, kini ia mulai merasakan hasil dari kerja kerasnya.

Ia kini dikenal aktif sebagai seorang Youtuber dan memiliki 78,9 rb subscriber. Ia mengaku sudah mulai menekuni dunia Youtube sejak tahun 2017. Konten-konten yang ia buat biasanya membahas mengenai kehidupan sehari-sehari yang ia jalani di Korea Selatan.

Aktivitas harian, review makanan, sampai kondisi negara ginseng itu dia kabarkan melalui video-videonya. Salah satu video yang sempat menyita perhatian adalah mengenai review tempat tinggal TKI di Korea.

Selain itu video-video Sugeng bukan hanya mengenai Korea Selatan saja, terkadang ketika ia tengah berada di Indonesia dia tetap melakukan update kegiatannya. Seperti ketika berjalan pagi dengan sang istri, memasak bersama dengan sang ibu, usaha dia di kampung, dan masih banyak video lain yang menarik untuk disaksikan.

Sugeng sendiri merupakan seorang pekerja di pabrik pemanas ruangan. Ia mengatakan kalau gaji yang didapatkan dari pekerjaannya itu sebesar KRW3.2 Juta won atau setara dengan Rp39.7 Juta. Gaji tersebut sudah bersih setelah dipotong dengan pajak dan asuransi.

Lalu bagaimana dengan penghasilan dari Youtube ayah beranak dua ini?

Ia mengatakan kalau penghasilan yang ia dapatkan dari Youtube tidaklah menentu. Semua tergantung dengan seberapa sering ia mengupload konten tersebut. Jika saat sedang cuti di kampung halaman, ia bisa mendapatkan hingga Rp 5 juta rupiah. Sedangkan ketika bekerja, setidaknya ia mendapatkan Rp2 jutaan.

Ia pun mengaku, dari penghasilannya ia bisa mengirimkan hingga Rp30 jutaan ke kampung halaman. Saat ini ia sudah memiliki rumah sendiri di kampung halamannya. Selain itu di Korea Selatan ia memiliki mobil yang sehari-hari digunakan untuk bekerja.

Alasan Sugeng kenapa ia menginginkan bekerja di Korea Selatan pun ia ceritakan. Kala itu ia masih merupakan seorang kasir yang bekerja di minimarket. Ia melihat seorang yang memiliki motor Sport. Karena penasaran, Sugeng pun menanyakan apa pekerjaan dari si pemilik motor sport tersebut.

Si pemilik motor sport mengatakan kalau ia bekerja menjadi seorang TKI di Korea Selatan. Akhirnya Sugeng memilih untuk mengikuti program yang dicanangkan pemerintah Indonesia dan Korea Selatan, yaitu G to G, atau Goverment to Goverment.

Pada program tersebut diselenggarakan Direktorat Penempatan dan Perlindungan Tenakan Kerja Luar Negeri (PPTKLN) Deonakertrans. Lalu Sugeng mengambil kursus berbahasa Korea dan juga mengambil peluangnya untuk bisa bekerja sebagai seorang Tenaga Kerja Indonesia di Korea Selatan.

Dari Sugeng kita bisa belajar, kalau ada usaha pasti nanti tuhan akan memberikan jalan untuk kita. Bayangkan saja jika Sugeng yang kala itu masih merupakan kasir minimarket tidak tergerak untuk menjadi lebih dengan meninggalkan pekerjaannya dan mencoba pergi ke Korea Selatan, mungkin Sugeng yang kita kenal saat ini akan sangat berbeda, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *